Dreams are renewable. No matter what our age or condition, there are still untapped possibilities within us and new beauty waiting to be born.

-Dale Turner-

Senin, 01 November 2010

Candi Jiwa Didaftarkan ke UNESCO

Candi Jiwa Didaftarkan ke UNESCO, Masyarakat Batujaya Minta Percepat Pembebasan Lahan

Candi : Terlihat kondisi Candi Jiwa, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, yang dinyatakan para peneliti dan aerkeolog sebagai candi yang lebih tua dan modern dibanding Candi Borobudur.

BATUJAYA, RAKA

penemuan situs bersejarah Candi Jiwa Batujaya akan diajukan kepada United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai salah satu World Heritege (keajaiban dunia). Hal itu terungkap saat digelar Konferensi Internasional Kebudayaan Sunda di lokasi Situs Candi Jiwa, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Selasa (26/10) kemarin.
"Candi Jiwa akan kita ajukan sebagai world Heritage, karena ini fenomenal," ujar Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Herdiwan, kepada RAKA, kemarin.
Menurut Herdiwan, teknologi pembuatan Candi Jiwa ini lebih bagus daripada Candi Borobudur.

Bahkan luasnya jauh lebih luas dibanding Candi Borobudur. Luas Candi Jiwa diperkirakan mencapai 15 Km persegi. Asumsi arkeolog menduga bahwa komplek candi ini merupakan candi tertua yang ada di Indonesia. Candi Jiwa ini disinyalir merupakan situs ritual Hindu yang dibangun pada jaman Tarumanegara. "Kita pun akan melihat bukti peradaban hebat Sunda di Batujaya, yaitu komplek candi yang lebih tua dan lebih besar dari Borobudur. Dari situ kita pun akan mengetahui bahwa Tarumanegara adalah kerajaan yang sangat besar di Nusantara," tambah Herdiwan.

Menurut informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, kompleks Percandian Batujaya adalah sebuah suatu kompleks sisa-sisa percandian Budha kuno yang terletak di Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya. Situs ini disebut percandian karena terdiri dari sekumpulan candi yang tersebar di beberapa titik.

Situs Batujaya pertama kali diteliti oleh tim arkeologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada tahun 1984 berdasarkan laporan adanya penemuan benda-benda purbakala di sekitar gundukan-gundukan tanah di tengah-tengah sawah. Gundukan-gundukan ini oleh penduduk setempat disebut sebagai onur atau unur dan dikeramatkan oleh warga sekitar.

Semenjak awal penelitian dari tahun 1992 sampai dengan tahun 2006 telah ditemukan 31 tapak situs sisa-sisa bangunan. Penamaan tapak-tapak itu mengikuti nama desa tempat suatu tapak berlokasi, seperti Segaran 1, Segaran 2, Telagajaya 1, dan seterusnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mengucurkan dana sekitar Rp 1,2 Miliar pada tahun 2010 untuk sejumlah pembenahan, mulai dari lapangan parkir dan museum. Sisi lain, masyarakat setempat berharap dengan pengajuan tersebut bisa mempercepat proses pembebasan lahan, untuk mendukung upaya pemerintah menobatkan candi Jiwa Batujaya sebagai keajaiban dunia.

"Kita hanya berharap supaya pembebasan lahan disekitar candi bisa segera dilakukan, berdasarkan kesepakatan bersama dengan pemilik lahan," jelas UPTD Pakisjaya, H. Aris Munandar selaku pemilik lahan sawah di sekitar candi Jiwa.

0 komentar:

Poskan Komentar